Bulan Merah Muda | Anastanindya - Cerita Pendek
Photo by Joe Huon Unsplash

“Vin, bulannya bagus, ya. Liat deh, bulat sempurna.”

Kevin tersenyum memperlihatkan kerutan di sudut matanya, sementara tangannya memutarbalikan miniatur kura-kura miliknya. “Iya, bagus. Tapi masih ada yang lebih bagus dari bulan.”

“Apa?”

“Banyak.”

“Vin, kenapa bulan itu tiap hari pindah-pindah ya tempatnya? Seingatku kemarin bukan di situ.” Aku menunjuk ke arah dimana bulan itu berada. “Tadinya di sana. di atas pohon. Tapi, hari ini letaknya di atas kepala kita.”

Kevin meletakkan miniatur kura-kuranya pada meja di sisinya, lalu memutar posisi tubuhnya ke arahku. “Bulan kan satelitnya bumi.”

“Tapi itu gesernya jauh.”

Dia tertawa tipis. “Enggak. Dikit doang kok. Karena kita aja yang kecil, makanya kelihatannya jauh.”

“Aku pikir dia cuma bergeser pas bulan berganti.”

Lagi-lagi dia menertawaiku, sambil mengambil kura-kuranya kembali. “Just googles it.”

Baiklah, aku membuka ponselku, lalu mencarinya. Benar juga. Bulan bergeser setiap harinya 12-13 derajat disertai dengan perubahan fase bulan.

“Bulan itu berotasi terhadap bumi. Jadi tidak mungkin ia berada di posisi yang sama.”

Aku mengiyakan, “Lebih lambat dibanding gerak semu matahari.”

Aku dapat melihat dia mendelik ke arahku. “Tentu saja.”

“Karena bulan berotasi dan bergeser bersamaan dengan bumi mengitari matahari.”

“Bulan enggak mengitari matahari. Bulan itu satelitnya bumi.”

“Ya.. ya.. tapi bulan ikut sama bumi buat mengitari matahari, bukan?”

“Itulah mengapa ada yang namanya gerhana. Kalau bulan dan matahari kecepatannya sama, berarti kita akan mengalami gerhana setiap hari.”

“Bukannya matahari enggak bergerak, setahuku.”

“That’s why I use if, Lun. Seandainya, seumpama. Lagipula, dari sudut pandang kita, matahari yang bergerak, bukan? Intinya, bumi bergerak mengelilingi matahari kecepatannya enggak sama dengan bulan mengelilingi bumi.”

“Bulan merah muda itu cantik, ya.”

Kevin mengangguk. “As long as the sky is clear, everything is beautiful, Lun.”

“Tanpa ada polusi. Tapi polusi di bumi sekarang banyak banget.”

Lagi, dia tersenyum. “Udah malem. Aku pulang ya. Don’t stay awake too late, okay.”

Bulan Merah Muda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *