Matahari dan Bintang - The Story | Anastanindya
Photo by Nicola Nuttall on Unsplash

Apa kalian tahu makna senja dan fajar? Apa kalian tahu bagaimana Matahari dan Bintang memilin sebuah kisah? Hari ini, aku ingin menceritakan sebuah cerita. Tentang perasaanku, tentang hatiku, dan tentang dia yang kutemui sebulan lalu.

Aku dan dia, ibarat matahari dan bintang. Kami memiliki dunia yang berbeda. Yang satu di malam hari, yang satu di siang hari. Entah yang mana diriku, yang jelas seperti itulah pengandaiannya. Sepertinya matahari, aku yang bintang.

Apa kalian tahu, jika matahari dan bintang itu berada dalam langit yang sama? Tapi, mereka tidak bisa muncul dalam satu kesatuan. Kalau kalian katakan bahwa matahari adalah salah satu bintang, baiklah. Tapi kita hampir tidak bisa melihat mereka beriringan. Benar, bukan? Siang dan malam. Sama seperti aku dan orang itu, bagai siang dan malam.

Dari kejauhan, aku suka mengamatinya diam-diam. Tenang saja, aku ini bukan mata-mata. Tapi, sepertinya itu sudah menjadi kebiasaan dan kegemaran tersendiri. Melihat dia tersenyum dan tertawa hingga bola matanya tak lagi terlihat, rasa-rasanya membuatku melupakan hal lain. Seolah hanya dia dan aku yang ada di semesta ini.

Setiap hari, saat malam menjadi pagi, rasanya hati ini berdebar. Bukannya aku takut aku akan menghilang, tapi justru aku bahagia akan kehadirannya. Sinarnya, yang selalu kunantikan. Cahayanya yang selalu kubutuhkan.

Aku tidak tahu, jika rasanya semembahagiakan itu, walau aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan, menanti fajar dan senja, dimana menjadi satu-satunya saat kita bisa berada dalam sebuah masa yang sama.

Matahari dan Bintang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *